twitter



“Maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. tatkala keduanya Telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun syurga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: “Bukankah Aku Telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu: “Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?”(Qs. Al-A’raaf : 22)

Sering kali kita sebagai manusia terlepas pandang satu nikmat yang amat besar yang Allah berikan kepada kita. Sering kali kita mengeluh dan merasa tidak cukup dengan kehidupan seharian yang telah diberikan kepada kita. Sering kali kita terlupa akan nikmat syukur yang mana menjadi salah satu batu asas dalam meningkatkan keteguhan iman kita. Bukankah bersyukur itu salah satu cabang daripada cabang iman.

Masihkah kita tidak bersyukur dengan nikmat kurniaan tuhan dengan memberikan kita hirupan udara yang segar? Pernahkan kita terfikir nikmat pancaindera tanapa ada rasa sekelumitpun rasa syukur dihati. Sering kali menyalahkan takdir dan tuhan. Selalu lidah menungkapkan kata-kata kesat terhadap tuhan tanpa kita sedari dengan menidakkan nikmat yang diberikan selama ini tanpa ada rasa berterima kasih walaupun sekelumit.

Sedar tak sedar selalu sahaja menungkapkan kata-kata;
Aduh sedihnya, baju nie koyak pula terkena duri.
Alamak… hujan lah plak.
Ish… bodohlah tunggul nie.
Ish…panas lah plak, baru je nak bersukan.

"Malu dan amanah adalah perkara yang mula-mula sekali hilang dari dunia ini, sebab itu mintalah dengan Allah untuk kedua-duanya".(Bukhari)

Keluhan demi keluhan kita katakan, tapi Allah tidak pernah sekalipun menunjukkan kemarahannya kepada kita sebaliknya Allah terus menerus memberikan dengan rahmat kasih sayangnya. Menurunkan hujan tika kemarau, menjadikan panas tika banjir melanda bagi mensurutkan keadaan.

Masihkah kita terlupa nikmat syukur itu? Tidak malukah kita kepada Allah yang meminjamkan kita segalanya tanpa ada satu pun yang hak milik kita melainkan semuannya adalah milik Allah. Tetapi kita pula yang mencaci dan mengkeji setiap pemberian Allah dengan tindakan kita yang kita lakukan tapi tidak menepati kehendak kita. Mengapa perlu menyalahkan tuhan???

Tidak malukah kita kepada Allah disaat kita mengungkapkan aku bencilah hidup macam nie.
Tidak malukah kita terhadap Allah disaat kita mengungkapkan kata-kata, kenapa selalu nasib aku macam ni.
Tidak malukah kita terhadap Allah disaat kita melakukan kemungkaran dengan harta yang dipinjamkanmya. Dengan tangan yang dipinjamkan dengan mata yang dipinjamkan.

“Sesungguhnya aku sedang MENASIHATI kamu, BUKANLAH beerti akulah yang TERBAIK dalam kalangan kamu, BUKAN juga yang PALING SOLEH dalam kalangan kamu, kerana aku juga PERNAH MELAMPAU BATAS untuk diri sendiri, seandainya seseorang itu HANYA dapat menyampaikan DAKWAH apabila dia sempurna, necaya TIDAK akan ADA PENDAKWAH…
Maka akan jadi sikitlah orang yang memberi peringatan.”
-Imam Hasan al Basri-
Thursday, 15 March 2012 | 0 comments | Labels:

0 comments:

Post a Comment